Lacak Kriminal.Com
Batam – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam sejak siang hingga sore hari kembali memicu kecelakaan lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Kondisi aspal yang berlubang dan tidak kunjung diperbaiki menjadi perangkap mematikan bagi para pengendara, terutama pengguna sepeda motor, karena lubang-lubang tersebut tertutup genangan air sehingga tidak terlihat dari kejauhan.
Seorang pengendara, menceritakan pengalamannya hampir mengalami kecelakaan di kawasan Simpang Dam. “Saya kira tadi jalan biasa, ternyata pas roda depan masuk, itu lubang cukup dalam. Motor langsung oleng, untung saya bisa nyeimbangin badan, kalau tidak bisa jatuh,” ujarnya dengan nada kesal kepada wartawan di lokasi kejadian. Rabu, 25/02/2026.
Kejadian serupa juga dialami oleh pengendara lain di Jalan Sei Ladi. Seperti diberitakan sebelumnya, ruas jalan ini dikenal sebagai salah satu titik rawan dengan keberadaan lubang raksasa yang diduga akibat sering dilintasi truk-truk bertonase berat dari aktivitas cut and fill . Saat hujan turun, lubang-lubang itu terisi air dan menyatu dengan permukaan jalan yang basah, membuat para pengendara sulit mengantisipasi.
“Kalau lengah sedikit saja bisa jatuh. Apalagi kalau hujan, jalannya gelap, genangan air di lubang itu seperti tidak terlihat. Ini sudah sering terjadi, tapi belum ada perbaikan berarti,” keluh seorang pengendara motor lainnya yang hampir terjatuh saat menghindari lubang di Jalan Sei Ladi. Rabu, 25/02/2026.
BACA JUGA https://lacakkriminal.com/ramadhan-ke-7-pemkab-inhil-perkuat-silaturahmi-melalui-buka-puasa-bersama/
Bahaya Ganda: Jalan Rusak dan Drainase Buruk
Persoalan ini diperparah dengan sistem drainase yang buruk di beberapa titik. Seperti yang kerap terjadi di kawasan Nagoya, hujan deras selalu menyebabkan genangan air menutupi badan jalan . Ketika genangan air ini bercampur dengan kondisi jalan yang berlubang, risikonya menjadi berlipat ganda. Pengendara yang mencoba melewati genangan dengan hati-hati justru dihadapkan pada bahaya tersembunyi di dasar air.
“Airnya cukup tinggi, jadi kami terpaksa jalan pelan-pelan. Tapi kalau pelan-pelan pun, kami was-was karena tidak tahu di depan ada lubang atau tidak,” kata Nurcholish, seorang pengendara yang kerap melintasi kawasan Nagoya, mengingatkan situasi yang sama saat banjir melanda. Rabu, 25/02/2026.
Janji Infrastruktur di Tengah Keluhan Masyarakat
Ironisnya, Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad telah berulang kali mencanangkan fokus pembangunan pada sektor infrastruktur. Dalam rancangan APBD 2026 yang mencapai Rp4,73 triliun, pembangunan infrastruktur perkotaan, termasuk pelebaran jalan, pembangunan jembatan, dan penanganan banjir, menjadi salah satu prioritas utama .
Bahkan, Wali Kota Amsakar sempat menegaskan bahwa APBD adalah instrumen kebijakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan memacu pembangunan Batam . Namun, janji tersebut belum menyentuh persoalan mendasar yang dihadapi warga setiap harinya, yaitu perbaikan jalan rusak yang membahayakan keselamatan.
Warga dan pengguna jalan pun mendesak pemerintah untuk segera bertindak, tidak hanya menunggu anggaran tahunan turun, tetapi juga dengan melakukan penanganan darurat seperti menimbun lubang sementara dan memasang rambu peringatan di titik-titik rawan. “Pemerintah harus turun tangan sekarang. Jangan sampai ada korban jiwa dulu baru bergerak. Pasang rambu dulu atau timbun pakai aspal dingin, itu saja sudah sangat membantu,”.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum atau instansi terkait mengenai langkah cepat untuk mengatasi lubang-lubang berbahaya yang kerap memakan korban, terutama saat musim hujan tiba. (Red/Deddy)












