HUKRIMJAWA BARATPROVINSI

Warga Depok Tewas Usai Dugaan Penganiayaan Brutal, Oknum TNI AL Diduga Terlibat

1190
×

Warga Depok Tewas Usai Dugaan Penganiayaan Brutal, Oknum TNI AL Diduga Terlibat

Sebarkan artikel ini
Share Now

LACAK KRIMINAL.COM

Depok Seorang warga Kota Depok meregang nyawa usai mengalami dugaan penganiayaan brutal di Gang Swadaya Emas, RT 004/001, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jumat (2/1/2026) dini hari. Peristiwa ini bukan sekadar tragedi kriminal, tetapi peristiwa serius yang menyentuh nurani publik, supremasi hukum, dan nilai kemanusiaan.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Wajir Ali Tuankota (24), warga Pondok Cina, Kecamatan Beji. Sementara satu korban lainnya, Dede Naigrata (39), seorang tukang parkir, mengalami luka lebam serius di sejumlah bagian tubuh dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kedua korban sebelumnya diamankan oleh seorang warga berinisial MLJ, yang dalam perkembangan penyelidikan diduga merupakan anggota aktif Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Pengamanan yang seharusnya mengedepankan prosedur hukum dan asas praduga tak bersalah, justru diduga berujung pada tindakan kekerasan fisik.

Ketua RT setempat menyebutkan bahwa korban mengalami pemukulan dan penyabitan menggunakan selang, hingga kondisinya memburuk secara drastis.
Korban sudah tidak berdaya saat dibawa ke kantor polisi,” ungkapnya.

BACA JUGA https://lacakkriminal.com/arus-lalu-lintas-pekanbaru-jambi-kembali-normal-polres-inhil-dirikan-posko-pantau-kebocoran-gas/

Kedua korban sempat dibawa ke Polsek Cimanggis menggunakan mobil pikap warga. Namun akibat kondisi yang telah kritis, pihak kepolisian segera merujuk keduanya ke RS Brimob Kelapa Dua. Hasil pemeriksaan medis menyatakan satu korban meninggal dunia.

Pihak kepolisian telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan Tim INAFIS Polres Metro Depok. Penyelidikan kini secara serius menyoroti dugaan keterlibatan oknum aparat serta kemungkinan adanya pelanggaran hukum berat yang tidak dapat ditoleransi dalam negara hukum. Kasus ini menuai kecaman luas dan menjadi perhatian publik.

Garda Maningkamu Pelauw (GMP) menyatakan sikap tegas akan mengawal perkara ini hingga tuntas, transparan, dan berkeadilan. Ketua Umum GMP, Mohan Talaohu, menegaskan bahwa di Republik Indonesia, hukum adalah panglima tertinggi, dan tidak boleh tunduk pada kekuasaan, jabatan, ataupun simbol institusi.

Namun kami Percaya TNI adalah pilar bangsa, institusi negara yang sangat taat hukum, disiplin, dan menjunjung tinggi kehormatan Jika benar ada oknum yang melanggar hukum, Kami Yakin TNI tidak akan pernah melindungi pelaku kejahatan apabila Oknum Tersebut terbukti bersalah.

Dalam kesempatan tersebut, GMP juga mengimbau dengan tegas seluruh warga Maluku, keluarga korban, dan masyarakat luas agar tetap menahan diri, tidak terprovokasi, serta tidak melakukan aksi balasan dalam bentuk apa pun.

Jangan nodai duka ini dengan kemarahan Percayakan sepenuhnya kepada proses hukum dan institusi negara. Keadilan tidak lahir dari pembalasan, tetapi dari hukum yang ditegakkan secara jujur dan berani,
Untuk itu Kami Menghimbau Pada Pihak Pihak Terkait
Untuk secepatnya Memproses Masalh Ini agar tidak Berlarut larut Karna Kalau sudah belarut dan Terlarut Air Yg Membeku Pun Bisa Mencair Tutupnya.
(Amar s)

Share Now