LACAK KRIMINAL.COM
Bogor, Jawa Barat Malam 4 Desember di Lapangan Tegar Beriman terasa berbeda. Lampu-lampu panggung yang menyala terang, gemuruh riuh penonton, serta barisan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia menjadikan ajang Kasidah Nasional kali ini penuh energi. Namun di antara seluruh kontestan, ada satu tim yang sorotannya terasa lebih kuat: Tim Laski Provinsi Papua Barat Daya.
Datang dari wilayah timur Indonesia, tim ini membawa semangat, identitas, dan kebanggaan daerah. Dibina langsung oleh Bapak Sanusi Rahaningmas, sosok yang konsisten memperjuangkan seni kasidah sebagai ruang ekspresi generasi muda, mereka hadir bukan sekadar untuk tampilโtetapi untuk menunjukkan bahwa Papua Barat Daya layak diperhitungkan di tingkat nasional.
๐๐๐ง๐๐๐ก๐๐ฃ๐๐ฃ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ๐, ๐๐๐ ๐๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐๐๐ ๐๐๐ง๐ฃ๐๐ ๐๐๐๐๐ข
Persiapan menuju Bogor bukan hal singkat. Berbagai latihan dijalani tim selama berbulan-bulan, mulai dari harmonisasi vokal, kekompakan tabuhan rebana, hingga pemantapan materi lagu. Dengan anggota berjumlah 13 putri, mereka menjalani proses yang penuh kebersamaan, disiplin, dan doa.

โIni bukan hanya tentang lomba, tapi tentang membawa nama daerah,โ ungkap salah satu anggota tim sebelum tampil.
Kalimat itu seakan mewakili perasaan mereka semua.
๐๐๐ฃ๐๐๐ช๐ฃ๐ ๐๐๐๐๐ง ๐ฝ๐๐ง๐๐ข๐๐ฃ ๐๐๐ฃ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐จ๐
Ketika tiba waktunya tampil, panggung besar di Lapangan Tegar Beriman seakan menahan napas. Penonton menyambut dengan tepuk tangan awal yang hangat, namun hanya beberapa detik setelah intro dimulaiโsemua berubah.
Suara merdu Sarah Yunita, sang qoriyah/vokalis utama, yang juga seorang guru MTs di Kota Sorong, menyihir seluruh lapangan. Nada-nadanya yang jernih berpadu sempurna dengan backing vokal serta tabuhan rebana yang stabil. Performa itu bukan hanya indahโฆ tetapi matang.
Penonton berkali-kali bersorak. Banyak yang mengangkat ponsel untuk merekam. Ada pula yang berdiri, memberi apresiasi lebih tinggi.
Seorang penonton mengatakan:
Tim Papua Barat Daya ini lain. Harapan kami mereka bisa juara tahun ini.โ
Dan ucapan itu, sepanjang malam, menjadi gema yang terus terdengar dari berbagai sudut lapangan.
Sanusi Rahaningmas: Syukur, Haru, dan Optimisme
Bagi Bapak Sanusi Rahaningmas, malam itu bukan hanya tentang sebuah penampilan. Itu adalah hasil dari doa panjang, dedikasi, serta kerja keras tanpa pamrih.
Dalam wawancara setelah penampilan, beliau berkata:
Alhamdulillah, saya bersyukur anak-anak tampil sangat luar biasa. Melihat sambutan penonton yang begitu meriah, saya punya harapan besar Papua Barat Daya bisa menjadi juara. Mereka sudah memberikan yang terbaik.
Nada suaranya mencerminkan rasa bangga sekaligus keteguhan seorang pembina yang tulus.
๐๐๐ง๐๐ฅ๐๐ฃ ๐๐๐ง๐ ๐๐๐ฃ๐ค๐ฃ๐ฉ๐ค๐ฃ ๐ ๐ช๐๐ง๐ ๐๐ฉ๐ช ๐๐๐ฎ๐๐
Bukan hanya dari pihak pembina, optimisme juga datang dari banyak penonton. Mereka menilai bahwa penampilan Papua Barat Daya memiliki ciri khas tersendiri: nuansa timur yang kuat, kompak, dan emosional.

Beberapa penonton bahkan mengatakan:
Kualitas vokalnya beda. Kalau juri objektif, ini juara.
Tim ini keren, gerakannya kompak, suaranya bersih. Layak menang.
Dukungan itu menjadi energi tersendiri bagi tim, menambah keyakinan bahwa kehadiran mereka di panggung tersebut bukan sekadar partisipasiโtetapi kompetisi yang nyata.
Seni Kasidah sebagai Identitas, Bukan Sekadar Lagu
Kehadiran Tim Laski Papua Barat Daya di ajang nasional ini menegaskan bahwa seni kasidah masih memiliki tempat penting di hati masyarakat. Bagi banyak daerah, kasidah bukan hanya musik religi, tetapi juga budaya, pendidikan, bahkan jembatan silaturahmi.
Dengan tampil di panggung nasional, mereka membawa pesan:
Papua Barat Daya hadir untuk bersyiar, berkarya, dan berprestasi.โ
Penutup: Malam Ketika Papua Barat Daya Bersinar
Ketika lampu panggung mulai redup dan acara mendekati akhir, satu hal terasa jelas: penampilan Tim Laski Papua Barat Daya telah meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir di Lapangan Tegar Beriman.
Sorainya, harmoninya, dan semangatnya masih terasa bahkan setelah acara usai.
Dan malam itu, di Bogor
Papua Barat Daya tidak hanya hadir.
Mereka berkembang.
Mereka membuat banyak orang percaya bahwa juara bukan sekadar mimpi tetapi kemungkinan besar yang sedang menunggu terwujud.
(Amar s)












