LACAK KRIMINAL. COM
ROKAN HULU Sejumlah truk melewati jalan provinsi Sontang-Duri, tepatnya di Desa Sontang menuju Desa Kasang Mungkal, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Ahad (2/8/2026). Tampak truk terpuruk di jalan yang mengalami rusak berat dan berlumpur ini.
PASIRPENGARAIYAN. Sadarionline com – Ruas jalan provinsi Sontang-Duri, Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu (Rohul) rusak parah. Jalan penghubung strategis antara Kabupaten Rohul dengan Kabupaten Bengkalis ini berlubang, berlumpur, dan banjir setiap turun hujan.
Tak sedikit kendaraan yang terpuruk saat melewati jalan ini. Bahkan, Kamis (30/7) lalu, seorang anak SDN 011 Kecamatan Rambah Hilir, Rokan Hulu (Rohul) bernama
Naufal Arrifa (9) bersama pamannya Ikbal Hafidz (29) ditemukan tak sadarkan diri dalam mobil saat terjebak dan lama berhenti di jalan ini
Keduanya sempat dievakuasi ke Puskesmas Bonai Darussalam. Ikbal berhasil pulih setelah mendapat perawatan, sedangkan Naufal dirujuk ke RSUD Rokan Hulu karena kondisinya tidak kunjung membaik. Namun, Naufal akhirnya meninggal dunia.
Kejadian ini menjadi pengingat, bahwa buruknya infrastruktur yang telah belasan tahun dikeluhkan masyarakat setempat. Saat intensitas hujan tinggi mengguyur Kabupaten Rokan Hulu, luapan Sungai Rokan di Desa Sontang kerap merendam badan jalan.
Kondisi jalan yang berada di dataran rendah membuat genangan air sulit surut sehingga akses transportasi dari Sontang menuju Duri maupun sebaliknya sering terputus. Padahal, Jalan Sontang-Duri merupakan jalur utama tercepat menuju Duri dan Dumai.
Jalur ini menjadi pilihan utama masyarakat dan kendaraan angkutan barang karena lebih dekat dibanding harus memutar melalui Simpang TB Tandun. Setiap hari diperkirakan lebih dari 100 unit truk tangki crude palm oil (CPO), truk pengangkut cangkang sawit dan kendaraan operasional perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kabupaten Rohul melintasi ruas jalan provinsi tersebut.
Tingginya mobilitas kendaraan berat turut mempercepat kerusakan jalan, sementara penanganan yang dilakukan selama ini dinilai belum memberikan solusi permanen. Kerusakan terparah berada pada ruas Desa Sontang menuju Desa Kasang Mungkal. Di sepanjang jalur tersebut terdapat sedikitnya empat titik kerusakan berat yang setiap hari harus dilalui masyarakat maupun kendaraan angkutan dari arah Sontang dan Duri.
Seorang warga Desa Sontang bernama Andi Putra (37) saat ditemui Riau Pos, Ahad (2/8) mengaku masyarakat sudah bertahun-tahun hidup dengan kondisi jalan yang memprihatinkan. “Kami sudah lama merasakan kondisi jalan seperti inim’’ ujarnya.
‘’Setiap musim hujan pasti banjir, jalannya rusak berat, berlubang dan berlumpur. Sekarang sampai ada korban meninggal dunia. Kami berharap pemerintah benar-benar serius memperbaiki jalan ini sebelum ada korban berikutnya,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Rudi Hartono (45), sopir truk pengangkut hasil perkebunan kelapa sawit yang hampir setiap hari melintasi Jalan Sontang-Duri. “Kalau hujan sangat waswas melintasi jalan Sontang-Duri. Lubang tertutup air sehingga tidak terlihat kedalamannya,’’ uajrnya.
‘’Truk sering terjebak bahkan mengalami kerusakan. Perjalanan menjadi lebih lama, biaya operasional meningkat, dan risiko kecelakaan semakin tinggi. Jalan ini sangat penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat maupun perusahaan,” tambahnya
Jurnalis – Bt
Desak Jalan Sontang-Duri Diperbaiki












