DAERAHROHUL

Sambut Ramadhan 1447 H, LAMR dan Pemkab Rohul Gelar Tradisi Adat Potang Bolimau

71
×

Sambut Ramadhan 1447 H, LAMR dan Pemkab Rohul Gelar Tradisi Adat Potang Bolimau

Sebarkan artikel ini
Share Now

LACAK KRIMINAL.COM

ROKAN HULU – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rohul menggelar tradisi adat Potang Bolimau dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan yang sarat nilai religius dan budaya ini dipusatkan di Pujasera Batang Lubuh, Pasir Pengaraian, Selasa (17/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Rohul Anton, S.T., M.M., Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., Sekretaris Daerah M. Zaki, S.STP., M.Si., Ketua DPRD Hj. Sumiartini, serta jajaran Forkopimda, staf ahli, asisten, dan kepala OPD di lingkungan Pemkab Rohul. Turut hadir Ketua MKA LAMR Rohul Datuk Seri Drs. H. Yusmar Gelar Sutan Sulembang Rokan, para raja di Lima Luhak, datuk ninik mamak, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan salat Ashar berjamaah, dilanjutkan pemberian santunan kepada anak yatim. Selanjutnya, rombongan mengikuti prosesi arak-arakan menuju lokasi utama Potang Bolimau.

Bupati Anton menyampaikan bahwa Potang Bolimau merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Melayu sebagai simbol penyucian diri lahir dan batin menjelang Ramadhan. Tradisi ini, kata dia, menjadi momentum mempererat ukhuwah serta memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.

BACA JUGA https://lacakkriminal.com/halal-bihalal-polsek-tempuling-sambut-ramadhan-1447-h-perkuat-silaturahmi-dan-spirit-pelayanan/

“Tradisi ini bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat bagi kita semua untuk membersihkan hati, mempererat persaudaraan, dan menyambut Ramadhan dengan kesiapan spiritual,” ujar Anton.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan adat dan budaya sebagai bagian dari jati diri daerah. Menurutnya, pelestarian nilai-nilai budaya harus berjalan seiring dengan penguatan nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Anton turut menyampaikan refleksi atas pelaksanaan pembangunan di Rohul. Ia mengakui masih terdapat sejumlah program yang belum sepenuhnya terealisasi akibat keterbatasan fiskal daerah.

“Kami menyadari masih ada harapan masyarakat yang belum terpenuhi. Dalam suasana Potang Bolimau ini, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Rohul.

Namun kami berkomitmen untuk terus berikhtiar, mengoptimalkan potensi daerah, mendorong kemitraan dengan swasta, memaksimalkan CSR, serta meningkatkan efisiensi anggaran,” katanya.

Sementara itu, Ketua MKA LAMR Rohul Datuk Seri H. Yusmar menyebut Potang Bolimau sebagai ruang mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan masyarakat.

“Melalui tradisi ini, masyarakat saling berbaur dan saling memaafkan. Semoga Potang Bolimau semakin memperkokoh ukhuwah Islamiah serta meningkatkan iman dan takwa dalam menyambut Ramadhan,” ujarnya.

Puncak acara ditandai dengan prosesi Bolimau Adat sebagai simbol pembersihan diri lahir dan batin. Tradisi ini menjadi wujud pelestarian kearifan lokal sekaligus peneguhan nilai spiritual masyarakat Rohul dalam menyongsong bulan suci Ramadhan limau

Jurnalis – Bt

Share Now