INHIL

Wacana Rehab Kantor Bupati Inhil Rp.5 Milyar, Faskes Diabaikan?

292
×

Wacana Rehab Kantor Bupati Inhil Rp.5 Milyar, Faskes Diabaikan?

Sebarkan artikel ini
Share Now

LACAk KRIMINAL..COM

TEMBILAHAN- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengungkapkan ada 14 item wacana pembangunan prioritas infrastruktur tahun 2026.

‎Semua 14 item itu akan dibangun Pemkab jika DPRD Inhil selesai membahas dan menyetujui secara keseluruhan dalam forum BANGGAR nantinya.

‎Berikut wacana pembangunan yang diwacanakan akan dibiayai melalui pinjaman Rp200 milyar ke PT.SMI (Persero):

‎1. Pembangunan Islamic Centre Rp.38.850.000.000,-

‎2. Rehabilitasi Pasar Terapung Tembilahan Rp.21.900.000.000,-

‎3. Pembangunan Kantor Camat (Tanah Merah, Kateman, Reteh dan Kuindra) Rp.18.000.000.000,-

‎4. Rehab Kantor Bupati Rp.5.000.000.000,-

‎5. Peningkatan Jalan menuju Batalyon Pangan Rp.5.000.000.000,-

‎6. Pembangunan Pelengsengan Pelabuhan Parit 21 Rp.15.833.636.000,-

‎7. Rekonstruksi Kotabaru-Sanglar Rp.15.000.000.000,-

‎8. Peningkatan Jalan Sungai Luar – Simpang Tiga – Rambaian Rp.7.500.000.000,-

‎9. Swakelola Jalan Rp.20.000.000.000,-

‎10. Pengadaan Meubeler Sekolah Rp.5.000.000.000,-

‎11. Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Peserta Didik Rp.5.000.000.000,-

‎12. Rekonstruksi Jalan Sungai Beringin (Koridor Sei.Beringin – Terusan Mas) 1.923km Rp.20.000.000.000,-

‎13. Pembangunan Jembatan Sungai Junjangan (95×3,5M’) Rp.11.637.000.000,-

‎14. Rekonstruksi Ruas 013.015 Jalan Suhada II Kecamatan Tembilahan Hulu Rp.16.000.000.000,-

‎Jumlah keseluruhan sebesar Rp.204.720.636.000 –

‎”Kita tidak mungkin ujuk-ujuk menyetujui dan menolak, semua akan dikaji dulu, kemungkinan akan melibatkan ahli,” tegas ketua DPRD Inhil, Iwan Taruna, dalam conference pers pada Selasa (2/12/2025) sore.

‎Ironisnya, dari 14 item itu Pemkab Inhil tidak ada merencanakan untuk mengalokasikan anggaran pinjaman untuk pembangunan fasilitas layanan kesehatan.

‎Padahal, tidak sedikit layanan fasilitas kesehatan masih sangat membutuhkan perbaikan secara fisik, satu diantaranya Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kuindra, yang kondisinya memperihatinkan.

‎Lebih memprihatinkan lagi pada tahun 2024 Inhil sempat mendapatkan peluang perbaikan Pustu sebanyak 23 titik dari Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), alih-alih semuanya gagal karena ada kebijakan Bupati H.Herman.

‎Saat itu Bupati H.Herman masih berstatus PJ, ia memadatkan menjadi 11 paket saja. Belum di ketahui secara pasti apakah sudah selesai atau malah ikut gagal bersama yang lainnya.

‎Tahun 2025, Pemkab Inhil berencana minjam uang Rp.200 milyar untuk 14 item yang dianggap prioritas, namun sayangnya tidak ada 1 item pun yang alokasinya untuk Pustu.

‎Kepala dinas kesehatan Inhil, Irdawati, saat dikonfirmasi awak media terkait rencana pembangunan Pustu yang diusulkan untuk dibahas DPRD Inhil belum memberikan jawaban.

‎Bahkan hingga berita ini diterbitkan awak media masih berupaya menunggu informasi dan keterangan resmi dari Kepala Dinkes Inhil.Mhd


Share Now